Terdaftar sebagai Calon Wakil Bupati dengan Harta Kekayaan Paling Minim, Warga: Ustadz Abdul Rauf Memang Selalu Tampil Jujur dan Sederhana

Selatpanjang – Selasa (29/09/20), paslon BERSABAR (Said Hasyim-Abdul Rauf) melanjutkan tahapan verifikasi Calon Bupati dan Wakil Bupati Meranti setelah sebelumnya melakukan pelaporan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari sebelumnya. Dilansir dari elhkpn.kpk.go.id, Abdul Rauf (UAR) diketahui sebagai calon wakil bupati dengan total harta kekayaan paling minim dan tidak memiliki catatan hutang sama sekali.

“Kita membesarkan dakwah Islam melalui partai dakwah ini (PKS), semua yang kita punya dipersembahkan untuk kemaslahatan ummat dan bangsa, InsyaAllah tidak ada yang dinikmati sendiri,” ucap UAR saat dimintai konfirmasi mengenai hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negera (LHKPN) yang telah diserahkan.

Menurut istrinya Setiyati, S.Si.,” Pertama ketika saya membaca judulnya disalah satu media online, siapakah pasangan yang paling miskin begitu bunyinya, saya berharap tak ada orang lain kecuali suami saya. Mengapa demikian Karena yang kami punya benar-benar bisa dihitung dengan jari, dan itu kami bersama-sama dari 0 sejak awal menikah, Bukan prinsip keluarga kami, punya tapi dengan cara hutang. Biar sedikit atau belum punya asal tidak berhutang” ujarnya

Sebagai Ketua DPD PKS Meranti, sekaligus pembina Yayasan Rumah Qur’an Nusantara Raudhatul Farhanah Meranti dengan jumlah wakaf yang mencapai ratusan juta itu, UAR memang dikenal sebagai peribadi yang jujur dan selalu tampil sederhana dalam kesehariannya. Kesederhanaan yang ditampilkan membuat masyarakat begitu mencintai dan mendambakan sosok UAR sebagai pemimpin Meranti kedepan.

“Kekayaan UAR terletak pada hati dan akhlak, serta banyaknya kebermanfaatan bagi masyarakat yang telah disumbangkan, termasuk para hafidz Al-Qur’an yang telah dibinanya. Kami benar-benar berharap kita dapat segera memiliki pemimpin berakhlak karimah seperti ini,” tulis seorang warga pada sosial medianya.

Menjadi pemimpin sejatinya menjadi pelayan bagi masyarakat yang dipimpinnya. “Pemimpin itu adalah dia yang pertama lapar dan terakhir merasakan kenyang, bukan yang berlomba untuk meraih penghormatan,” tutup UAR.

Baca Juga

Kunjungi Dapil IV, Tim Relawan BERSABAR Kokohkan Barisan

Kudap – Bertepatan dengan pencabutan undian nomor urut pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati …